TEKNOLOGI DI (DALAM) KELAS

Posted by joko yulianto Selasa, 01 November 2011 0 komentar

TEKNOLOGI DI (DALAM) KELAS
PENGENALAN
Ada beberapa macam teknologi yang bisa dipergunakan di dalam kelas. Ketika kita berbicara tentang kelas, yang terbayang di dalam pikiran kita adalah guru dan siswa. Dimana guru menyampaikan materi pelajaran sedangkan siswa mencatat beberapa hal yang disampaikan. Tapi skenario tersebut telah berubah saat ini. Beberapa sekolah telah menerapkan teknologi di dalam kelas sehingga proses pembelajaran terasa lebih efektif dan menghibur. Teknologi di dalam kelas membuat belajar menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi siswa.
Tiga artikel dalam bagian kesepakatan ini dengan penggunaan teknologi di kelas. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan alat bantu teknologi, khususnya yang berkaitan dengan komputer, telah semakin menjadi fitur umum dari kelas. Tidak ada keraguan bahwa instruksi berbasis komputer akan menempati peran yang lebih sentral dalam kelas bahasa kedua di masa depan. Namun, sebagaimana kita bersemangat menggali potensi bahwa teknologi baru ini telah menawarkan untuk belajar bahasa, kita tidak boleh melupakan fakta bahwa itu adalah guru, bukan teknologi. yang menentukan kualitas pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.
Dalam mengadopsi teknologi baru, baik itu tape recorder, VCR, CD-ROM multimedia, atau lainnya berbasis jaringan teknologi komunikasi, Jones dan Sato (1998) menyarankan bahwa kita mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
·         Apakah teknologi baru memfasilitasi pencapaian tujuan saja?
·         Apakah biaya-efektif? Apakah manfaat lebih besar daripada biaya?
·         Apakah guru siap untuk bekerja dengan teknologi baru? Apakah pelatihan apapun yang dibutuhkan?
·         Apakah melayani kebutuhan guru dan siswa?
·          Apakah itu membantu guru membuat lebih efisien menggunakan waktu kelas?
Ada banyak pertanyaan yang harus di pikirkan, tetapi ini adalah beberapa pertanyaan paling penting yang perlu diatasi sebelum kita memutuskan untuk menerapkan teknologi baru di kelas.
Stempleski membahas fitur positif dari bahan video dan menyajikan panduan yang dapat membantu guru merencanakan pelajaran video mereka secara efektif. Dengan perencanaan yang cermat dan sistematis, berbasis video pelajaran dapat sangat merangsang, dan memberikan sumber daya yang kaya untuk belajar bahasa. S. Stempleski menekankan peran kunci guru dalam penggunaan video. mengatakan bahwa itu adalah guru, bukan video, yang dapat membuat pelajaran berbasis video pengalaman belajar bahasa berbuah. Ini adalah guru yang memilih video; desain tugas dan kegiatan yang memfasilitasi belajar aktif; mempersiapkan para siswa untuk melihat pratinjau, melihat, dan postviewing kegiatan; meningkatkan kesadaran siswa dari poin bahasa tertentu, dan mengintegrasikan video dengan aspek lain dari kurikulum.
Warschauer dan Whittaker memeriksa penggunaan Internet untuk mengajar bahasa kedua dan menyajikan serangkaian pedoman bagi guru yang berencana untuk mengintegrasikan teknologi komputer di kelas. Sebagai teknologi berkembang pesat, penulis menganggap itu dianjurkan untuk menyediakan seperangkat pedoman yang berlaku di berbagai tugas komputer networkbased. Pedoman, yang sesuai dengan prinsip-prinsip pedagogis suara, menunjukkan bahwa guru mempertimbangkan hal berikut:
Tujuan. Seperti dalam kegiatan pembelajaran lain, hal pertama bagi guru untuk lakukan adalah untuk memperjelas tujuan mereka. Setelah tujuan ditetapkan, tugas dan kegiatan yang sesuai dapat dirancang.     
Integrasi. Untuk hasil terbaik, kegiatan berbasis komputer harus diintegrasikan ke dalam kurikulum k
husus secara keseluruhan.    
Dukungan teknis. Meskipun banyak siswa yang cukup mengerti tentang komputer, dukungan yang memadai harus diberikan untuk menghindari masalah yang bersifat teknis.
Learner-mengajar berpusat. Sebisa mungkin, guru harus melibatkan peserta didik selama proses pembelajaran secara keseluruhan. Melibatkan siswa dalam menentukan arah kelas adalah
mungkin untuk menciptakan jenis suasana kelas yang mempromosikan belajar yang optimal.
Para penulis menyimpulkan dengan memberikan sebuah ilustrasi tentang bagaimana pedoman ini membantu banyak guru dengan kelas barunya yang berbasis IT.
Li dan Hart melihat secara khusus pada World Wide Web dan menggali potensi untuk belajar bahasa. Web memiliki sejumlah fitur yang sangat cocok untuk kemampuan pembelajar bahasa kedua yang berkembang di bahasa. Ini meliputi:
·         Menyediakan data base yang kaya bahan otentik.
·         Menawarkan alat yang sangat baik untuk belajar interaktif.
·         Ini memberikan konteks yang sangat baik untuk pengembangan bahan kolaboratif.
·         Multimedia, kemampuan, yang menggabungkan grafis, suara, dan film, sangat kondusif untuk belajar bahasa.
·         Bahan disimpan dalam Web dapat menjangkau khalayak luas dengan biaya yang relatif rendah.
Li dan Hart kemudian menjelaskan majalah Web mereka, yang menyediakan forum untuk mereka ESL peserta didik untuk berinteraksi dan berbagi ide dengan pelajar lain, dan, pada saat yang sama, mengembangkan keterampilan menulis mereka. Mereka membahas beberapa masalah yang mereka dihadapi dan menyarankan arah masa depan untuk desain dan pengembangan sumber daya berbasis web untuk belajar bahasa.

Video Dalam Pembelajaran Kelas Bahasa
Peranan Guru (Susan Stempleski)
Guru memerankan sebuah peranan inti di dalam kesuksesan atau kegagalan pada setiap penggunaan video atau pun di dalam kelas bahasa. Hal ini guru yang memilki video,  yang berkenaan dengan video tersebut dengan kebutuha-kebutuhan visual, mendudung pembelajaran aktif, dan menggabungkan video dengan kurikulum dengan area kurikulum bahasa yang lain. Kesempatan-kesempatan yang dimiliki oleh video memiliki peluang dalam mencapai tujuan yang penting untuk memotivasi minat siswa yang menyiapkan praktik listening yang realistis, menstimulasi penggunaan bahasa, dan meningkatkan kesadaran siswa pada point-point bahasa tertentu atau aspek-aspek komunikasi lain yang bisa dikembangkan atau diturunkan dengan cara guru memperkenalkan video dan aktifitas-aktiitas yang siswa cari yang berkaitan dengan pembelajaran.
Video adalah sebuah alat yang bagus, salah satu manfaatnya bisa mengabungkan sebuah elemen-elemen yang beraneka ragam dan pengalaman2 dalam bentuk audio yang luar biasa yang berkaitan dengan bahasa lisan. Hal ini bisa mencegangkan bagi siswa. Guru disana memilih beberapa beberapa materi yang cocok menyiapkan siswa untuk melihat pengalaman, pokus pada perhatian siswa pada konten, permainan, dan memainkan video sebagaimana yang dibutuhkan, mendesain, atau memilih tugas-tugas yang diberikan dan di ikuti aktifitas-aktifitas yang cocok.
Biasanya materi-materi pengajaran bahasa video yang dikeluarkan biasanya menyiapkan panduan bagi para guru. Sungguh itu merupakan Hal-hal yang sangat menakjubkan dan semua ini biasanya pada bagian-bagian paket multimidea yang berkaitan dengan video itu sendiri, mengikuti tinjaun tuntunan, buku-buku teks siswa, materi guru manual, dan kaset audio. Seri-seri ELT (English language teaching) seperti  the ABC News ESL Video Library atau Family album USA yang menapilkan desain secara teliti atau memilih materi video dalam konteks yang berkaitan dengan minat para siswa dan diikuti dengan fitur-fitur buku latihan siswa yang beraneka ragam dalam aktifitas-aktifitas pembelajaran. Tujuan dari artikel yang singkat ini adalah untuk menanpilkan beberapa panduan yang akan membantu anda merencanakan pembelajaran video secara efektif dan mengekploitasi (mengembangkan) materi video ke dalam efek, untuk menggunakan video guru merencanakan untuk menggunakan media tersebut untuk presentasi bahasa yang intensif dan praktik, khususnya bagi guru-guru yang kurang berpengalaman dalam menggunaka video, mungkin saran-saran ini bermanfaat.
  1. Mengajak Siswa Untuk Lebih Apresiasi Terhadap Video Sebagai Alat Pembelajaran Video
TV dan Video sangat berkaitan dengan kemalasan dan beberapa intertaimen tapi tidak banyak, banyak siswa menonton kelas berharap hanya untuk dihibur. Guru perlu menuntun siswa untuk sebauah apresiasi video sebagai alat yang tersedia bagi pembelajaran bahasa dan membantu mereka untuk mengembangkan skil-skil yang mereka mampu aplikasikan kedlam video yang mereka miliki dan TV yang menayankan pengalaman-pengalaman diluar kelas. Ketika kita menonton TV atau Video hanya sebagai hiburan kita akan menjadi pasif. Contoh kita tidak dapat berkosentrasi beberapa hal seperti bahasa syarat atau bahasa non verbal yang digunakan oleh orang dilayar TV, atau mendegarkan intonasi suara mereka. Elemen seperti inilah yang membuat video itu sebagai sumber dan banyak yang digunakan dalam pembelajaran bahasa. Inilah tugas anda sebagai guru untuk menarik perhatian siswa untuk menfokuskan mata,teliga, dan pikiran mereka terhadap video sebagai cara yang digunakan agar dapat meningkatkan baik kemampuan dan menambah kepuasan mereka dalam hal ini. Video bisa sebagai hiburan namun sesuai juga dapat menggunakan media untuk belajar.
  1. Memahami Video Sebagai Bagian Dari Pembelajaran
Video menjadi potensial dan diterima dalam pembelajaran bahasa jika bisa digunakan sebagai bagian integral dalam pembelajaran. Jika anda merencanakan untuk menggunakan video sebagai suplemen materi, pastikan urutannya harus mencangkup semua tujuan pelajaran anda. Salah satu cara melakukannya adalah memperkenalkan atau memperluas tema atau topik yang sudah menjadi bagian dari kurikulum atau sama dengan buku materi siswa.
  1. Menggunakan Urutan Pendek
Sulit untuk menentukan pasang urutan cerita tanpa menentukan urutan pasti dalam video, namun pengalaman pribadi saya, sangat baik menghabiskan video berdurasi pendek (13-15 menit) sekaligus dan sistematis dari pada memutar cerita yang panjang namun tidak memberikan hasil bagi siswa yakni kurang jeli dan aktif dalam melihat pelajaran yang disajikan kepada mereka selaku para siswa. Sebagai contoh, Anda mungkin memilih untuk akhirnya memanfaatkan seluruh episode atau serial dari yang merupakan bagian, bukan hanya urutan yang telah Anda pilih untuk pelajaran tertentu. Atau, Anda mungkin ingin membuat seluruh video yang tersedia untuk siswa melihat di luar waktu kelas biasa, di sebuah pusat sumber daya, misalnya.
Kata peringatan: ketika anda menggunakan pendek urutan  dari dokumen video seperti situasi komedi, film utama roman, atau dokumentasi. Anda berharap agar siswa lebih tertarik pada bagian lain dari video tersebut. Anda harus bersiap-siap untuk merespon hal ini.
  1. Lebih Familiar Dengan Materi
Urutan video sebagai guru. seperti bacaan bahasa dalam buku bacaan atau dialog dalam kaset. Dalam hal ini, elemen penting dalam teks tulis atau kaset adalah kata video tidak hanya kata-kata, tapi juga elemen visual seperti tingkah laku, karakter, dan isi, yang tidak selalu ada pada teks. Ketika anda merencanakan pelajaran, harus diingat bahwa tidak hanya naskah video, tapi video itu itu sendiri .
  1. Desain Pelajaran Memberikan Kesempatan Untuk Bisa Dilihat Kembali
Sekali tidaklah cukup, meskipun bagi siswa yang pintar mereka membutuhkan untuk melihat dan mendegar cerita dalam video beberapa kali agar mereka bisa memahami situasi, menyebutkan karakter, meneliti bahasa dan hal-hal dari video tersebut secara jelas.
  1. Merencanakan Kegiatan Untuk 3 Hal
Guru bisa menggerakkan keaktifan siswa dan meningkatkan pemahaman tentang pelajaran melalui video, dengan 3 langkah kegiatan: previewing activities, viewing activities, postviewing.
  1. Kegiatan previewing activities (Awal)
Mempersiapkan siswa untuk menonton video dengan membuka latar belakang pengetahuan mereka, meransang daya tarik mereka terhadap topic, mengurangi rasa takut mereka terhadap kosa kata yang kurang diketahui oleh mereka. Salah satu cara melakukannya dalam drama adalah mengumumkan situasi dan menayakan siswa tentang isinya.
  1. Kegiatan viewing activities (Inti)
Siswa menonton video aktual, mereka meyangkut inti dari bagian yang relevan dan mengharuskan para siswa untuk focus pada aspek-aspek penting seperti informasi factual, mengembangkan alur (plot), atau penggunaan bahasa yang digunakan dalam situai-situasi tertentu.
  1. Kegiatan postviewing (Akhir)
Mengharuskan siswa untuk mengomentari video tersebut, atau mempraktikkan point-point bahasa tertentu. Seperti diskusi, role-play, debat, kegiatan menulis, dan membaca.

INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Perkembangan teknologi jaringan Internet telah mengubah paradigma dalam mendapatkan informasi dan berkomunikasi, yang tidak lagi dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Melalui keberadaan internet mereka bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dimanapun dan kapanpun waktu yang diinginkan.
Salah satu bidang yang tersentuh dampak perkembangan teknologi ini adalah dunia pendidikan. Sebagai sebuah sumber informasi yang hampir tak terbatas, maka jaringan internet memenuhi kapasitas dijadikan sebagai salah satu sumber pembelajaran dalam dunia pendidikan
Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi aspek kehidupan manusia. Teknolgi informasi saat ini memainkan peran yang besar didalam kegiatan bisnis, perubahan sturktur organisasi, dan mannajemen organisasi. Dilain pihak, teknologi informasi juga memberikan peranan yang besar dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu institusi akademik. Mengutip apa yang dikatakan kadir (2003), secara garis besar, teknologi informasi memiliki peranan :
1)dapat menggantikan peran manusia, dalam hal ini dapat melakukan otomasi terhadap tugas atau proses;
2) memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas dan proses;
3) berperan dalam restrukturissi terhadap peran manusia, dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap kumpulan tugas dan proses. Berdasarkan pemahaman diatas, maka kehadiran teknologi informasi telah memberikan kekuatan dan merupakan potensi besar jikalau dimanfaatkan dengan baik.
Mengacu pada paparan diatas, tentunya peranan teknologi informasi terkhususnya internet tidak dapat disangkal dan telah memberikan kontribusi yang besar. Roy suryo (2005), telah memberikan gambaran kepada kita bagaimana teknologi informasi telah memainkan peranan yang penting dalam suatu komunikasi informasi. Dimana pada tahun 50-an media komunikasi yang dipakai adalah jam dan kura-kura, pada tahun 50-an s.d 70-an, media yang dipergunakan adalah surat dan teleks, 70-an s.d 90-an media yang dipergunakan adalah telephon dan faks, dan pada tahun 90-an sampai sekarang, maka media yang dipergunakan adalah ponsel (HP), PC (komputer), dan internet.
Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan data statistic Indonesia, terlihat bahwa terkhususnya di Indonesia, terdapat 11,5 juta orang yang melakukan akses internet atau 5,2% dari total penduduk Indonesia. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa pertumbuhan pengguna internet di seluruh Indonesia berkembangan sangat pesat dan sudah menjadi suatu kebutuhan utama bagi setiap orang.
Sumber : Suryo (2005)
Berdasarkan statistic dunia, pada saat ini, Indonesia masih memiliki prosentasi penduduk yang cukup rendah dalam penggunaan internet. Hal ini disebabkan karena keterbatasan sumberdaya yang
ada dan ketersediaan perangkat pendukungnya.
Sumber : Suryo (2005)
Terkhusus untuk Negara-negara ASEAN, Indonesia masih berada dibawah Singapura, Philiphina, Malaysia, dan Thailand. Hal ini di sebabkan karena Indonesia merupakan Negara yang memiliki populasi penduduk terbesar dan merupakan Negara kepulauan serta memiliki pendapatan perkapita yang masih rendah.

WEB SEBAGAI SARANA BELAJAR SISWA
Pertumbuhan yang cepat dari Internet, yang menghubungkan komputer di seluruh dunia menjadi sebuah jaringan komunikasi tunggal elektronik, dalam proses pembuatan luas berbasis komputer. Hal ini terutama karena munculnya World Wide Web, sebuah sistem untuk mengakses dan melihat informasi di Internet. Web browser software seperti Musa atau Netscape izin mudah dilihat dari teks yang tersimpan di seluruh mesin internet dan mereka dapat menampilkan grafik, mengirimkan suara, dan bahkan memutar film dalam bentuk video digital.
Kemudahan yang dokumen Web dapat dibuat, serta aksesibilitas di seluruh dunia mereka, kemampuan multimedia, dan fungsi interaktif, membuat Web lingkungan yang menarik untuk menjalankan instruksi berbasis komputer. Dari sudut pandang pengajaran bahasa Inggris, suatu keuntungan tambahan adalah kenyataan bahwa saat ini, dokumen Web, yang meliputi satu set besar materi, yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Inggris, dengan dokumen baru terus muncul. Web sehingga menawarkan database kaya bahan otentik.
Penelitian menunjukkan bagaimana media baru ini dapat dimanfaatkan untuk instruksi ESL. Kami telah belajar bahwa Web adalah tidak hanya sarana sangat efektif untuk menyebarkan bahan-bahan instruksional, tetapi juga dapat memberikan konteks untuk pengembangan bahan efisien kolaboratif.
Web biasanya di digunakan oleh lembaga untuk:
1). Web company profil sekolah
2). Web sistem informasi siswa
3). Web E-learning
4).web pusat faill/galleri
5). Blog siswa, guru, dosen dan karyawan
6). Web berita dll.


kesimpulan
dari pengertian diatas dapat di simpulkan kalau tehnologi itu akan terus berkembang terutama tehnologi yang menunjang pendidikan, secara tersirat tehnologi pendidikan memiliki harapan, cita-cita dan keinginannya untuk memajukan dunia pendidikan di bidang tehnologi, ia membayangkan kelak seorang mahasiswa S1 untuk mendapatkan gelar “sarjana” ia tidak perlu datang kekampus untuk untuk mengikuti proses perkuliahan, ia menbayangkan seorang mahasiswa S2 untuk mendapatkan gelar “Mpd” ia hanya perlu datang kekampus untuk proses wisuda karena proses belajar mengajarnya dilakukan melalui tehnologi internet (belajar jarak jauh).


Saran
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Daftar pustaka
Methodology in language teaching. 2002. Jack C. Richards dan willy A. Renandya

0 komentar:

Poskan Komentar